Senin, 14 Juni 2021 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
32 Murid Baru SDN 027 Rambah "Excess Capacity"
Senin, 09 Juli 2012 - 21:38:53 WIB

Kabar Riau - Pendidikan

ROHUL
Sebanyak 32 murid SD Negeri 027 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Tahun ajaran baru 2012-2013, mengikuti kegiatan belajar-mengajar di bekas bengkel milik warga yang terletak di Jalan Mustakin Desa Rambah Tengah Utara (RTU).

Menurut, warga RTU Rambah, Ijon, SD Negeri 027 Rambah didirikan hasil swadaya masyarakat, perangkat desa, dan pihak desa RTU. Sebanyak 32 murid mengikuti belajar-mengajar di bekas bangunan bengkel warga, karena belum memiliki gedung sendiri. Sekolah baru itu terpaksa dibuka untuk tahun ajaran baru tahun ini, sebab tingginya antuasias masyarakat tempatan untuk mendirikan sekolah, guna menampung anak-anak setempat belajar seperti anak lainnya.

Dikatakan, Ijon, murid di SDN 027 Rambah, kebanyakan anak-anak warga Desa Babussalam, RTU, dan anak-anak dari Desa Dusun Kubu Manggis. Umumnya, orangtua murid buruh berpenghasilan pas-pasan, untuk memperbaiki atap dan dinding sekolah yang hanya memiliki 1 kelas dan 1 ruangan kantor Kepala sekolah dan 2 ruang untuk guru serta Tata Usaha (TU), dibangun menggunakan triplek dan papan bekas, termasuk sebagian besar seng bekas. Lantai sekolah juga masih dari semen kasar yang dilapisi karpet lantai.

"Kita berharap Pemkab Rohul melalui dinas terkait agar bisa merealisasikan gedung baru SD Negeri 027, sehingga anak-anak kami bisa belajar layak. Walau belajar menumpang di gedung bekas bengkel, tapi kami yakin proses belajar-mengajar tetap berjalan seperti sekolah lain,"optimisnya.

Kepala sekolah SDN 027 Rambah, Sumarni, didampingi sejumlah guru, mengaku, sekolah yang dipimpinnya baru mendapatkan bantuan 20 set meja dan kursi dari Disdikpora Rohul. Walau pun masih menumpang di bangunan bekas bengkel, katanya wali murid antusias merenovasi bangunan sekolah. Dari semula, Kepala Disdikpora Rohul H.M.Zen,SPd, menargetkan pada penerimaan murid baru minimal dapat menampung 20 murid, tapi saat pendaftaran dibuka, ternyata sebanyak 32 murid baru telah mendaftar.

Ditambahkannya, rata-rata anak-anak yang mendaftar ke SD Negeri 027 Rambah pada ajaran baru tahun ini karena kafasitas di SD Negeri 002 Rambah RSBI terbatas hanya menerima 100 anak. Begitu juga, SD Negeri 010 Tulang Gajah, hanya menerima 60 anak.
"Madrasah Ibtidaiyah Babussalam juga hanya menerima 50 murid, sehingga anak ini tidak tertampung. Sebab itu warga berinisiatif membangun sekolah baru,"ungkap Sumarni.

Sebelumnya, Kadisdikpora H.M.Zen, mengaku sudah mengetahui jika SD Negeri 027 Rambah berdiri dengan dana swadaya. Dia sendiri mendukung berdirinya sekolah tersebut. "Untuk membangun gedung baru tersebut mesti dilakukan secara bertahap, sebab setiap tahunnya banyak sekolah yang mesti dibantu dibenahi, "jelasnya.

Kepala Desa RTU, Yasmin, mengaku pihak desa telah menghibahkan tanah untuk lokasi SD Negeri 027 Rambah selebar 41X70 meter. Tapi, untuk bangunan pihak desa dan warga belum mampu membangunnya. Dia berharap ada bantuan dari Pemkab Rohul sehingga sekolah itu dibangun permanen untuk proses belajar-mengajar anak-anak dari tiga desa di Kecamatan Rambah.(Ram/Hap)

(1741) Dibaca

 
Komentar Anda :
 
 
Redaksi | Index Berita | RSS | E-mail | Index Iklan Copyright © 2010-2018 by KabarRiau.net. All Rights Reserved