Kamis, 29 Juli 2021 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Bupati Minta Kades dan BPD Terapkan Hasil Stuban ke Bali
Rabu, 13 Juni 2012 - 02:58:09 WIB

Kabar Riau - Siak
Bupati Siak,H.Syamsuar mengaku program stuban merupakan keinginan Pemkab untuk memfasilitasi Kades dan Ketua BPD.
TERKAIT:

Meskipun dapat kritikan dari sejumlah pihak terkait kegiatan studi banding yang di lakukan Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa se Kabupaten Siak ke Provinsi Bali, namun tidak membuat rencana itu batal.

Pasalnya pihak Pemkab sangat menginginkan studi banding tersebut di laksanakan, hanya saja peserta dapat menerapkan apa yang mereka lihat, dengar dan dapatkan selama di Bali untuk proses pembangunan dan pelayanan pemerintah di Kabupaten Siak.

Sesuai jadwal yang telah di susun pihak Bagian pemerintahaan desa (Pemdes) Sekdakab, keberangkatan rombongan yang di bagi pada tiga gelombang, di mulai (4/6) lalu, telah kembali ke daerah, "kita baru saja pulang, berangkat 4 juni dan sampai ke Siak lagi sabtu (9/6) lalu, " ujar seorang Kades yang mengikuti stuban pada gelombang I yang tak ingin di sebut identitasnya.

Sepulang gelombang pertama, kegiatan stuban di lanjutkan gelombang II yang berangkat, Senin (11/6) dan kembali akhir pekan ini. Sepulang peserta stuban yang merupakan dari kalangan Kades dan Ketua BP 121 desa se Kabupaten Siak, Bupati Siak, H Syamsuar mengaku program stuban merupakan keinginan Pemkab untuk memfasilitasi Kades dan Ketua BPD melihat apa yang di lakukan pemerintah setingkatnya di Provinsi Bali.

Bupati berharap, keberangkatan Study banding 242 kades dan BPD se kabupaten Siak ke Pulau Bali, dapat memberi kontribusi positif bagi kemajuan pembangunan di kabupaten Siak.

Kita memang arahkan study ke Bali tersebut dan bukan tanpa alasannya, namun berdasarkan kualitas beberapa sector yang ada di sana (Bali) seperti pertanian dan pariwisata serta keungulan dalam penerapan budaya local yang sangat menyatu dengan adat sehingga tidak tergeser oleh Budaya asing, "ungkap Syamsuar di sela-sela kegiatan pencanangan Bakti Sosial TNI KB-Kes se Kabupaten Siak di kantor Camat mempura, Rabu(13/6)

Memaknai

Lanjutnya, setiap peserta stuban harus betul-betul mempelajari dan memaknai apa yang di lihat di daerah yang di jadikan tujuan stuban tersebut sehinga ketika kembali ke siak apa yang di pelajari tersebut dapat di terapkan di desa masing-masing.

Melalui kegiatan ini, kita juga ingin dan membuka wawasan berfikiran para pemimpin desa supaya lebih inovatif dan kreatif dalam membuat program pembangunan desanya sehingga lebih tepat sasaran yang pada akhirnya dapat memakmurkan mayarakat, "terusnya tentang stuban yang di bagi dalam 3 gelombang terdiri dari 40 kades dan 40 BPD tersebut.

Menurutnya, bila hasil stuban dapat di terapkan dengan baik, maka di pastikan akan menujang peningkatan SDM kades dan BPD, yang kemudian berefek perhadap peningkatan PAD secara umum dan PADes secara khususnya.

Keberhasilan Bali dalam industry pariwisata, harus menjadi rujukan bagai mana supaya kita kita juga dapat mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada guna membuat kerajinan cirri khas daerah kita sebagai komoditi cenderamata bagi wisatawan yang melancong di Siak.

Demikian halnya, terkait sector pertanian yang ada di tabanan atau bandung, harus bisa di adopsi terutama terkait teknik intesivikasi pertanian yang ada di sana.

Hal sama di katakan ketua DPRD Siak Zulfi Mursal yang menyebutkan bahwa sudut pandang ke giatan stuban kades dan di lihat dari aspek dan asumsi masyarakat terhadap pulau Bali secara sepihak. Banyak potensi yang di miliki Bali untuk di pelajari dan menjadi bahan acuan dan perbandingan bagi Kades dan BPD.(HR/*Kr)

(1569) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Index Berita | RSS | E-mail | Index Iklan Copyright © 2010-2018 by KabarRiau.net. All Rights Reserved