Jum'at, 11 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Mabes TNI Gelar Penyuluhan Karhutla di Balai Jaya, TNI-Polri dan Masyarakat Perkuat Pencegahan
Jumat, 11 September 2026 - 07:58:08 WIB

Kabar Riau - Rohil
Cegah Karhutla Meluas, Mabes TNI Ajak Masyarakat Balai Jaya Tingkatkan Kewaspadaan

<
SHARE
   
 

BALAI JAYA, ROKAN HILIR 

Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan penyuluhan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula PTPN IV Regional 3 Tanah Putih tersebut dimulai sekitar pukul 10.25 WIB dan diikuti 38 peserta dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, PTPN, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat.

Tim penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Turut hadir Camat Balai Jaya Ifradi Rus Diansyah, S.STP., M.Si., Danramil 03/Bagan Sinembah Kapten Inf Khairul Anwar beserta jajaran, Kapolsek Bagan Sinembah AKP Gian Wiatma Joni Mandala, S.T.K., S.I.K., M.H., Manager PTPN IV Regional 3 Tanah Putih Dedi Susistiono, para penghulu se-Kecamatan Balai Jaya, personel TNI-Polri, MPA, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Balai Jaya menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kepedulian bersama dalam mencegah Karhutla.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap, mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, serta menimbulkan kerugian.

"Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Balai Jaya untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan, "ujarnya.

Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kebakaran kepada pemerintah desa, petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, maupun pihak terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Kewaspadaan dinilai perlu ditingkatkan terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering. Pencegahan menjadi bagian penting untuk menghindari kebakaran berkembang dan semakin sulit dikendalikan.

Sementara itu, materi penyuluhan Karhutla disampaikan Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto. Ia menjelaskan keterlibatan TNI dalam membantu penanganan bencana merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

"Karhutla dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain kondisi lahan yang kering serta masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan menjaga lingkungan, "jelasnya.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat turut diingatkan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Aktivitas manusia, termasuk perubahan fungsi lahan, disebut dapat memengaruhi kondisi dan keseimbangan lingkungan.

Tim Mabes TNI juga menyampaikan sejumlah upaya penanggulangan Karhutla, di antaranya modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan serta pemetaan wilayah yang memiliki potensi bencana, termasuk kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pencegahan di lapangan turut dilakukan melalui sinergi TNI dan Polri, termasuk patroli ke wilayah desa untuk mendukung deteksi dini terhadap potensi Karhutla.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Seluruh rangkaian penyuluhan berakhir sekitar pukul 12.03 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Melalui penyuluhan tersebut, masyarakat diharapkan semakin aktif melakukan pencegahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat juga diharapkan semakin kuat dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya pada kondisi cuaca panas dan kering di wilayah Kecamatan Balai Jaya.

Saya paling merekomendasikan judul nomor 1, karena lebih kuat untuk headline berita online tanpa membuat klaim melampaui isi kegiatan.**krN/Andri

(2445) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved