Rabu, 09 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Tim Mabes TNI Turun ke Rohil, Perkuat Pencegahan Karhutla di Bagan Sinembah Raya
Rabu, 09 September 2026 - 08:26:33 WIB

Kabar Riau - Rohil
Cegah Karhutla Meluas, Mabes TNI Ingatkan Ancaman Bara Api di Musim Kemarau

SHARE
   
 

Riau Rawan Karhutla, Mabes TNI Dorong Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat di Rohil

ROKAN HILIR 

Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar penyuluhan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aula Kantor Camat Bagan Sinembah Raya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu diikuti 59 peserta dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat desa, dan masyarakat.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr(Hanla), didampingi Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai potensi, dampak, serta langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Kegiatan diawali doa dan sambutan, dilanjutkan penyuluhan serta foto bersama.

Camat Bagan Sinembah Raya menjelaskan, wilayahnya terdiri dari satu kelurahan dan sembilan desa. Secara umum kondisi wilayah relatif kondusif. Namun, terdapat dua wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla, terutama ketika memasuki musim kemarau dengan kondisi panas dan kering.

Meski demikian, sepanjang 2026 belum terjadi Karhutla signifikan di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta upaya bersama dalam melakukan pemantauan dan pencegahan.

Menurut Camat, kebakaran yang pernah terjadi sebelumnya lebih banyak berada di kawasan hutan dan semak belukar. Salah satu faktor pemicunya adalah kelalaian manusia, termasuk meninggalkan bara api setelah melakukan aktivitas di kawasan hutan.

“Pada kondisi cuaca panas dan kering, bara api sekecil apa pun dapat dengan mudah menyulut vegetasi yang kering sehingga api cepat membesar dan sulit dikendalikan, ”ujarnya.

Selain faktor manusia, suhu tinggi, minimnya curah hujan, dan angin kencang juga dapat memperbesar risiko serta mempercepat penyebaran api. Kondisi medan, keterbatasan sumber air, dan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

Karena itu, seluruh pihak diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sinergi, mulai dari pemerintah kecamatan dan desa, TNI-Polri, perusahaan hingga masyarakat.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, meninggalkan bara api, maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan.

Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto mengatakan, kehadiran Tim Mabes TNI merupakan tindak lanjut perintah Presiden melalui Panglima TNI sekaligus bagian dari pelaksanaan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Menurutnya, TNI memiliki tugas dalam penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan, membantu kepolisian dalam tugas tertentu, serta membantu pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kolonel Asrof mengingatkan bahwa Riau memiliki kawasan gambut yang karakteristiknya mudah terbakar. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Alam harus dijaga dan dilestarikan, sehingga pada akhirnya alam juga akan memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan kita semua, ”katanya.

Ia menambahkan, berbagai langkah telah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi Karhutla, antara lain pemetaan wilayah rawan bencana dan modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan.

Sinergi TNI-Polri juga terus diperkuat melalui patroli di desa-desa guna mencegah sekaligus mendeteksi lebih dini potensi Karhutla. Babinsa dan Bhabinkamtibmas didorong aktif melakukan pemantauan serta mengedepankan langkah pencegahan.

Penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, serta perekonomian.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi antara pemerintah, TNI-Polri, perusahaan, perangkat desa, MPA, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai langkah yang harus dilakukan apabila menemukan titik api, termasuk pentingnya melaporkan dan melakukan penanganan awal sesuai kemampuan serta kondisi di lapangan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.59 WIB. Seluruh rangkaian berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Dengan penguatan edukasi dan sinergi lintas sektor tersebut, kesiapsiagaan masyarakat diharapkan semakin meningkat, terutama menghadapi cuaca panas dan musim kemarau, sehingga Bagan Sinembah Raya dapat terhindar dari ancaman Karhutla dan kabut asap.**krN/Andri

(4137) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved