Selasa, 01 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Tekan Risiko Karhutla, Mabes TNI-Pasis Seskoad LXVIII Edukasi Warga dan Analisis Data Bersama Polres-BPBD Kampar
Senin, 31 Agustus 2026 - 12:11:52 WIB

Kabar Riau - Riau Provinsi
Mabes TNI dan Pasis Seskoad LXVIII Turun ke Kampar, Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla

SHARE
   
 

KAMPAR

Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kampar, Riau, terus diperkuat melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI bersama Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoad LXVIII turun langsung memberikan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat serta sejumlah pemangku kepentingan di wilayah Kabupaten Kampar, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Brigjen TNI Sudarma Setiawan, S.I.P., M.H., dengan melibatkan sebanyak 23 personel. Pelaksanaan penyuluhan dibagi menjadi dua tim yang secara bersamaan menyasar wilayah Kecamatan Koto Kampar Hulu dan Kecamatan XIII Koto Kampar.

Tim pertama melaksanakan penyuluhan di Kantor Camat Koto Kampar Hulu, sedangkan tim kedua memberikan penyuluhan di Kantor Camat XIII Koto Kampar.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, pemerintah kecamatan dan desa, kelompok masyarakat, koperasi, hingga perusahaan perkebunan yang berada di wilayah Kabupaten Kampar.

Di wilayah Koto Kampar Hulu, peserta penyuluhan terdiri atas perwakilan masyarakat, PT Padasa Enam Utama, Koperasi 3 Koto, serta Koperasi Produsen Akub.

Sementara itu, di wilayah XIII Koto Kampar, penyuluhan diikuti perwakilan masyarakat, kepala desa, PT Padasa Enam Utama, PT Hulu Kampar Estate, Koto Kampar Mill yang merupakan bagian dari PT Padasa Enam Utama, unsur pemadam kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta aparat kecamatan dan desa.

Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tiga fase utama dalam penanganan karhutla, yakni pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan.

Tim penyuluh menekankan bahwa pencegahan merupakan langkah utama untuk meminimalkan risiko terjadinya karhutla. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan aplikasi yang mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus mendukung respons terhadap potensi kebakaran di lapangan.

Keterlibatan perusahaan perkebunan, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla. Kolaborasi lintas sektor dinilai diperlukan karena penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan kebakaran.

Para peserta juga diharapkan dapat menjadi perpanjangan informasi dengan menyampaikan kembali materi serta pesan-pesan pencegahan karhutla kepada masyarakat yang tidak berkesempatan mengikuti kegiatan penyuluhan.

Selain melaksanakan penyuluhan, Pasis Dikreg Seskoad LXVIII juga melaksanakan analisis data terkait karhutla bersama jajaran Polres Kampar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pemetaan informasi terkait potensi maupun penanganan karhutla di wilayah Kabupaten Kampar.

Melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan karhutla dapat semakin optimal sehingga potensi kerusakan lingkungan dan dampak asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.**krN/Zarmi Ajis 

"Mari Jaga Desa Kita dari Api dan Asap."

(7897) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved