PANGKALAN KERINCI
Upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Terusan, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, memasuki hari ketujuh, Sabtu (29/8/2026).
Polres Pelalawan bersama TNI, BPBD, Damkar, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat terus melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik yang masih terbakar. Perkembangan penanganan Karhutla tersebut turut dipantau melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dipimpin Ps. Kabag Ren Polres Pelalawan Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi, S.H., didampingi Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton, S.I.K., M.H., serta Kalaksa BPBD Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan.
Dalam arahannya di lokasi, Kompol H. Akhmad Z. Rofiqi mengatakan pemadaman pada hari ketujuh difokuskan pada penyekatan dan pendinginan, khususnya di bagian ujung lahan yang masih berpotensi terbakar.
"Upaya pemadaman hari ini kita fokuskan pada penyekatan dan pendinginan di ujung lahan. Sinergitas TNI-Polri, BPBD, perusahaan dan masyarakat harus terus kita jaga, "ujarnya.
Menurutnya, keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Karena itu, bantuan helikopter water bombing dinilai sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan titik api.
"Lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dengan vegetasi semak belukar dan sebagian tanaman kelapa sawit milik warga, "jelasnya.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, sebanyak 287 personel gabungan dikerahkan. Mereka terdiri dari 54 personel Polri, 45 personel TNI, 12 personel BPBD, 20 personel Damkar Kabupaten Pelalawan, 146 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, serta 10 personel MPA dan masyarakat Desa Terusan.
Sejumlah peralatan juga digunakan untuk mendukung proses pemadaman. Di antaranya satu unit helikopter water bombing BPBD Provinsi Riau, enam unit alat berat perusahaan, 18 unit mesin mini striker dengan puluhan rol selang, satu unit pompa induk 25 HP, dua unit mesin Maxtree, dua unit mesin Sibahura, serta satu unit drone surveillance untuk pemantauan dari udara.
Hingga hari ketujuh, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±642,3 hektare. Namun, angka tersebut masih menunggu konfirmasi dari Tim GIS Pemerintah Kabupaten Pelalawan terkait kemungkinan penambahan luas lahan terbakar.
Sementara itu, sejumlah titik api masih terpantau aktif, terutama di bagian ujung lahan.
Petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, di antaranya minimnya sumber air akibat kondisi kemarau, akses menuju titik api yang sulit dilalui, serta angin kencang yang menyebabkan api cepat merambat ke arah utara dan selatan.
Untuk mengendalikan kebakaran, petugas melakukan pemadaman dan pendinginan secara berkelanjutan. Selain itu, dilakukan pembuatan sekat kanal dan embung sebagai bagian dari upaya penyekatan serta pengendalian api.
Koordinasi juga terus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan pihak perusahaan. Tim turut melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran.
Bupati Pelalawan bersama Kapolsek Pangkalan Kerinci juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau untuk meminta penambahan dukungan water bombing guna mempercepat proses pemadaman.
Hingga Sabtu siang, proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung dengan fokus penanganan di wilayah perbatasan Desa Terusan.
Lokasi Karhutla tersebut berjarak sekitar 13 kilometer dari Polsek Pangkalan Kerinci. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan terkendali.**krN/Cokky