Minggu, 16 08 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Kapolda Riau Bawa Ekspedisi Merah Putih ke Pesisir Inhil, 500 Hektare Mangrove Disiapkan Lawan Abrasi
Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:20:34 WIB

Kabar Riau - Inhil
Ekspedisi Merah Putih Presisi Tembus Kuala Selat, Menteri LH Komitmen Tanam 500 Hektare Mangrove
SHARE
   
 

INDRAGIRI HILIR

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menjangkau wilayah pesisir Provinsi Riau. Kali ini, rombongan menyambangi Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (15/8/2026), dengan membawa misi kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, sekaligus pemulihan lingkungan di kawasan terdampak abrasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wamen PPA/TPPO Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Bupati Indragiri Hilir Herman, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, Sosiolog Robertus Robet, serta sejumlah pejabat dan tokoh lainnya.

Setibanya di Kuala Selat, rombongan disambut unsur Forkopimda, masyarakat, serta anak-anak sekolah yang turut memeriahkan kedatangan Ekspedisi Merah Putih Presisi.

Kuala Selat menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian ekspedisi tersebut. Wilayah pesisir ini menghadapi persoalan abrasi yang cukup serius. Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat tercatat terdampak abrasi pada 2021, sehingga persoalan lingkungan tersebut turut mengancam sumber penghidupan masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sembako Ekspedisi Merah Putih Presisi, bantuan ketinting, serta matching grants kepada 13 kelompok masyarakat dampingan PPIU M4CR Riau.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama menjaga kawasan pesisir Riau dan penanaman mangrove sebagai bagian dari upaya membangun benteng alami menghadapi abrasi.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan salah satu ikhtiar untuk menghadirkan negara hingga ke wilayah pesisir dan kawasan yang memiliki keterbatasan akses.

“Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi, ”kata Herry.

Menurut Kapolda, abrasi tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan lingkungan. Dampaknya bersentuhan langsung dengan ruang hidup, perekonomian dan masa depan masyarakat pesisir.

“Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya, ”ujarnya.

500 Hektare Mangrove Disiapkan

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan pemulihan lingkungan di Kuala Selat sejalan dengan semangat Ekspedisi Merah Putih Presisi yang turut didorong Kapolri.

Menurutnya, kondisi pesisir Kuala Selat membutuhkan langkah pemulihan lingkungan dalam skala besar dan berkelanjutan.

“Ekspedisi Merah Putih Presisi yang juga dipromosikan oleh Kapolri itu adalah dengan cara memulihkan lingkungan. Daerah di sini memang sangat membutuhkan sentuhan pemulihan lingkungan yang luar biasa besar, ”katanya.

Jumhur menyatakan komitmennya untuk mendorong penanaman mangrove seluas 500 hektare di kawasan yang terdampak abrasi. Bahkan, luasan rehabilitasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan hingga mencapai 1.000 hektare.

“Saya berkomitmen untuk ikut memastikan penanaman mangrove 500 hektare di tempat yang terabrasi. Mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare untuk ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan sekaligus pemulihan sosial ekonomi, ”ujarnya.

Program tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga membuka peluang green jobs atau lapangan pekerjaan berbasis lingkungan bagi masyarakat setempat.

Pemulihan mangrove juga dirancang tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial penanaman. Program akan mencakup proses pembibitan, penanaman hingga pemeliharaan tanaman selama tiga tahun.

“Jadi bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan. Mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemeliharaan itu teranggarkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan honor untuk pemeliharaan selama tiga tahun, ”katanya.

Menurut Jumhur, program tersebut sekaligus menjadi tindak lanjut dari gerakan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Kapolda Riau di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Ini tindak lanjut dari gerakan Ekspedisi Merah Putih yang dilakukan Kapolda di Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. Mudah-mudahan membawa manfaat dan berkah bagi kita semua, ”pungkasnya.

Menembus Pesisir dengan Akses Terbatas

Kondisi geografis Kuala Selat menjadi tantangan tersendiri bagi rombongan. Dari Mako Polsek Kateman menuju kawasan yang terdampak abrasi, perjalanan harus ditempuh sekitar 25 kilometer atau selama 45 hingga 60 menit menggunakan speedboat.

Sejumlah jalur perairan juga sangat dipengaruhi kondisi pasang-surut. Sementara di kawasan pantai, ketebalan lumpur pada beberapa titik dapat mencapai lutut hingga paha.

Kondisi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir sekaligus pentingnya upaya perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menyasar wilayah pesisir, terluar dan kawasan yang memiliki keterbatasan akses.

Melalui ekspedisi ini, Polda Riau membawa misi kebangsaan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan hingga ke berbagai pelosok wilayah Riau.

Di Kuala Selat, semangat Merah Putih tersebut diwujudkan tidak hanya melalui penyerahan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga melalui komitmen pemulihan kawasan pesisir dalam skala besar.

Penanaman mangrove seluas 500 hektare yang ditargetkan dapat berkembang hingga 1.000 hektare diharapkan menjadi benteng alami untuk menekan abrasi sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir Indragiri Hilir.**krN/Asikin T

(3573) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved