Rabu, 12 08 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatera di Minas, Harapan Baru Pelestarian Satwa Dilindungi
Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07:33 WIB

Kabar Riau - Siak
Jaga Masa Depan Gajah Sumatera, Kapolda Riau dan BBKSDA Resmikan Breeding Area di PLG Minas

SHARE
   
 

MINAS

Upaya menjaga keberlangsungan populasi Gajah Sumatera di Provinsi Riau mendapat penguatan baru. Polda Riau bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meresmikan Breeding Area Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Gajah (PKG/PLG) Minas, Kabupaten Siak, Rabu (12/8/2026).

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung program pengembangbiakan Gajah Sumatera sekaligus memperkuat perlindungan satwa liar dan habitatnya di Bumi Lancang Kuning.

Peresmian dilakukan langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Riau Ny. Tina Hery Heryawan dan Kepala BBKSDA Riau Supartono, di kawasan Pusat Konservasi Gajah, Jalan PLG, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Turut hadir Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi, para pejabat utama Polda Riau, jajaran BBKSDA Riau, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, unsur TNI, pemerintah daerah, pengelola konservasi, WWF Indonesia, serta sejumlah tamu undangan.

Prosesi peresmian diawali dengan sambutan Kapolda Riau, dilanjutkan pembukaan tirai papan nama Breeding Area Gajah Sumatera, penyerahan fasilitas secara simbolis, foto bersama, hingga pemotongan pita sebagai tanda fasilitas tersebut resmi digunakan.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan pembangunan breeding area merupakan momentum penting dalam memperkuat upaya pelestarian Gajah Sumatera. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan satwa dilindungi.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang selama ini kita bangun dan didukung oleh Dansat Brimob beserta jajarannya, hari ini kita dapat menghadirkan satu momentum sejarah melalui peresmian breeding area Gajah Sumatera di Pusat Konservasi Minas, ”ujar Herry.

Kapolda menekankan bahwa upaya konservasi tidak cukup hanya dengan melindungi satwa. Keberadaan habitat sebagai ruang hidup juga harus dijaga agar keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.

Menurutnya, Gajah Sumatera memiliki peranan penting dalam ekosistem hutan. Karena itu, perlindungan terhadap gajah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kawasan hutan dari berbagai ancaman kerusakan.

“Gajah Sumatera merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaannya menjadi indikator bahwa hutan masih mampu menyediakan ruang hidup bagi berbagai satwa dan tumbuhan, ”katanya.

Herry juga menyinggung keberadaan gajah dan harimau sebagai satwa yang memiliki keterkaitan kuat dengan identitas ekosistem Riau. Pelestariannya, kata dia, membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah, BBKSDA, komunitas konservasi, dunia usaha, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor tersebut dinilai penting karena persoalan konservasi bukan hanya menyangkut kelangsungan satu jenis satwa, melainkan juga keberlanjutan hutan sebagai penyangga kehidupan manusia dan berbagai keanekaragaman hayati.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Riau Supartono menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kapolda Riau dalam penguatan konservasi satwa liar, khususnya Gajah Sumatera.

Supartono mengungkapkan, gagasan pembangunan kandang breeding tersebut bermula ketika Kapolda Riau berkunjung ke Pusat Konservasi Gajah Minas. Dalam kunjungan itu, Kapolda menanyakan kebutuhan yang dapat didukung untuk meningkatkan upaya konservasi gajah.

“Kami sampaikan bahwa selama ini berbagai upaya konservasi sudah dilakukan. Kini tantangan berikutnya adalah bagaimana meningkatkan keberhasilan pengembangbiakan gajah. Karena itu, kami membutuhkan kandang breeding, ”jelas Supartono.

Ia menjelaskan, BBKSDA Riau saat ini mengelola sekitar 46 ekor gajah jinak (captive) yang tersebar di sejumlah lokasi konservasi dan pengelolaan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 ekor berada di PLG Minas, lima ekor di PLG Sebanga, tiga ekor di PLG Taman Wisata Buluh Cina, tujuh ekor di Taman Nasional Tesso Nilo, tiga ekor di Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo, tujuh ekor di RAPP, dan enam ekor di Sinar Mas.

Program pengembangbiakan Gajah Sumatera sebelumnya juga telah dilakukan di beberapa lokasi. Supartono menyebut program breeding di PLG Sebanga sempat menghasilkan kelahiran anak gajah, namun anak gajah tersebut kemudian mati akibat sakit.

Sementara itu, program pengembangbiakan di Buluh Cina disebut berhasil menghasilkan kelahiran anak gajah.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran dalam mengembangkan program konservasi yang lebih baik. Kehadiran breeding area di Minas diharapkan dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengembangbiakan karena prosesnya dapat dilakukan secara lebih terarah, terpantau, serta didukung fasilitas yang lebih memadai.
“Harapan kami, besar kemungkinan kandang breeding ini juga akan berhasil di Minas sehingga mampu mendukung pelestarian Gajah Sumatera di Riau, ”ujar Supartono.

Peresmian Breeding Area Gajah Sumatera tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa upaya konservasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Kepolisian tidak hanya mengambil peran dalam aspek penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan dan satwa liar, tetapi juga memberikan dukungan terhadap langkah pencegahan dan pelestarian.

Ke depan, fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap keberhasilan pengembangbiakan Gajah Sumatera serta menjadi bagian dari upaya mempertahankan populasi satwa dilindungi itu di tengah berbagai tantangan terhadap habitatnya.

Lebih dari sekadar pembangunan sebuah kandang, Breeding Area Gajah Sumatera di Minas membawa harapan baru bagi keberlangsungan salah satu satwa ikonik Sumatera.

Dari Minas, harapan itu dibangun: menjaga agar Gajah Sumatera tetap berkembang, hutan tetap menjadi rumahnya, dan generasi mendatang masih dapat menyaksikan satwa kebanggaan Riau tersebut hidup sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia.***krN/Darma Wijaya

(2633) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved