MEDAN - SUMUT
Tidak banyak akademisi yang mampu memadukan kiprah di dunia pendidikan tinggi dengan pengalaman panjang di birokrasi pemerintahan. Perpaduan tersebut menjadi bekal penting dalam melahirkan gagasan yang tidak hanya berkembang di ruang akademik, tetapi juga terimplementasi dalam kebijakan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sosok itu tercermin pada Dr. H. Sakhyan Asmara, M.SP. Saat ditemui di ruang kerjanya di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan, Jalan Sisingamangaraja, Kamis (30/7/2026), ia menegaskan bahwa komunikasi merupakan instrumen strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pendidikan, efektivitas komunikasi publik, serta pemberdayaan generasi muda sebagai investasi bangsa di masa depan.
"Komunikasi yang baik akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, pendidikan, komunikasi, dan pemberdayaan pemuda harus berjalan beriringan agar pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, "ujarnya.
Lahir di Medan pada 17 September 1956, Sakhyan Asmara telah mengabdikan sebagian besar perjalanan hidupnya untuk dunia akademik dan pemerintahan. Saat ini ia mengemban amanah sebagai dosen Program Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), sekaligus menjabat Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK-P) Medan.
Rekam jejak kepemimpinannya menunjukkan pengalaman yang luas di berbagai posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III FISIP USU, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, hingga Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda pada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.
Pengalaman tersebut memperlihatkan konsistensinya dalam mendorong kemajuan pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta pemberdayaan generasi muda di tingkat daerah maupun nasional.
Di lingkungan akademik, Sakhyan Asmara dikenal memiliki kepakaran dalam bidang komunikasi politik, komunikasi pembangunan, retorika, psikologi komunikasi, kebijakan publik, serta pemberdayaan pemuda. Sejumlah penelitian yang dihasilkannya berfokus pada penguatan komunikasi berbasis kearifan lokal, seperti budaya tutur masyarakat Mandailing, retorika budaya Markobar, serta nilai-nilai Dalihan Na Tolu sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia.
Kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan juga dibuktikan melalui berbagai publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional. Di antaranya artikel "Tutur: Language and Traditional Communication in the Mandailing Community, Indonesia" yang diterbitkan dalam jurnal Cogent Arts & Humanities pada 2023. Selain itu, ia juga menulis berbagai kajian mengenai komunikasi politik melalui media sosial, manajemen komunikasi krisis, hingga buku tentang pembentukan konsep diri melalui budaya tutur dalam perspektif psikologi komunikasi.
Di luar dunia akademik, Sakhyan Asmara juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia pernah dipercaya sebagai pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Pengurus Nasional Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), Pengurus Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, serta menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila Sumatera Utara.
Perjalanan panjang yang ditempuh di bidang pendidikan, birokrasi, penelitian, dan organisasi menjadikan Dr. H. Sakhyan Asmara sebagai salah satu akademisi yang konsisten mengabdikan diri bagi kemajuan bangsa. Melalui gagasan, penelitian, dan pengabdiannya, ia terus berupaya memperkuat kualitas komunikasi publik, kebijakan pembangunan, serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia.**krN/Syahdan