Dukung Swasembada Pangan, Polsek Kandis Kawal Jagung Tumpang Sari 3 Hektare Siap Panen di Kampung Samsam
KANDIS
Komitmen Polri dalam mendukung program swasembada pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan dan pengawasan terhadap sektor pertanian. Salah satunya dilakukan Polsek Kandis dengan mengawal perkembangan tanaman jagung pipil sistem tumpang sari seluas 3 hektare di lahan milik PT KPAK, Kampung Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan monitoring dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Kampung Samsam, Aipda Jonsen Purba, bersama karyawan PT KPAK. Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap optimal menjelang masa panen.
Dari hasil monitoring, tanaman jagung pipil yang telah berumur 113 hari terlihat tumbuh dengan baik dan saat ini masih menjalani tahap perawatan. Jagung yang ditanam menggunakan benih sebanyak 20 kilogram di lahan seluas 3 hektare tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada Senin, 29 Juni 2026.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Kandis Kompol Herman Pelani, S.H., M.H., mengatakan bahwa kegiatan monitoring rutin merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung keberhasilan Program Ketahanan Pangan Nasional.
"Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui pendampingan dan monitoring secara berkelanjutan, kami ingin memastikan tanaman jagung yang dikelola bersama mitra dapat tumbuh optimal hingga menghasilkan panen yang maksimal, "ujar Kompol Herman Pelani.
Ia menambahkan, kolaborasi antara Polri, perusahaan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.
Dengan pendampingan yang dilakukan secara konsisten, Polsek Kandis berharap hasil panen jagung nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi contoh sinergi positif dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.***krN/Darma Wijaya