Kamis, 04 Juni 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Aktivis Muda Siak Soroti KTNA: Banyak Nama Besar, Mengapa Petani Masih Berjuang Sendiri?
Kamis, 04 Juni 2026 - 13:44:57 WIB

Kabar Riau - Siak
Diisi Pejabat dan Tokoh Berpengaruh, Dampak Nyata KTNA untuk Petani dan Nelayan Dipertanyakan

SHARE
   
 

SIAK SRI INDRAPURA

Keberadaan KTNA kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Aktivis Muda Siak dan penggiat sosial, SharSMeaL, mempertanyakan sejauh mana dampak nyata organisasi tersebut terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Siak.

Menurutnya, KTNA merupakan organisasi yang dihuni oleh banyak figur penting dan berpengaruh. Di dalam kepengurusannya terdapat unsur pejabat pemerintahan, pimpinan legislatif, mantan kepala daerah, akademisi, hingga tokoh masyarakat yang memiliki jaringan luas serta akses langsung kepada pengambil kebijakan.

Namun, SharSMeaL menilai besarnya kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki organisasi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kondisi petani dan nelayan yang hingga kini masih menghadapi berbagai persoalan klasik, mulai dari harga komoditas yang tidak stabil, keterbatasan akses pasar, hingga rendahnya nilai jual hasil produksi.

"Kalau melihat komposisi orang-orang yang ada di dalam KTNA, seharusnya organisasi ini mampu menjadi kekuatan besar dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan. Pertanyaannya, sejauh mana dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat sampai hari ini? "ujarnya kepada media, Rabu (3/6/2026).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi yang mengatasnamakan kepentingan petani dan nelayan tidak dapat diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, rapat, maupun keberadaan struktur organisasi yang besar. Yang menjadi ukuran utama adalah perubahan kondisi ekonomi masyarakat yang menjadi sasaran perjuangan organisasi tersebut.

"Barometernya sederhana. Apakah pendapatan petani meningkat? Apakah nelayan semakin sejahtera? Apakah persoalan harga hasil pertanian dan perikanan sudah teratasi? Jika jawabannya belum, maka wajar jika publik mempertanyakan efektivitas organisasi tersebut, "katanya.

SharSMeaL juga menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Siak. Menurutnya, daerah ini memiliki lahan pertanian yang luas serta sumber daya perairan yang melimpah. Dengan potensi tersebut, petani dan nelayan seharusnya memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam rantai ekonomi.

"Kita tidak kekurangan sumber daya. Yang sering dipertanyakan masyarakat adalah sejauh mana organisasi-organisasi yang mengatasnamakan petani dan nelayan mampu memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada mereka, "tambahnya.

Ia menilai KTNA perlu lebih aktif menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya program-program yang mampu menjawab kebutuhan riil petani dan nelayan di lapangan.

Lebih jauh, SharSMeaL mengingatkan agar organisasi tidak terjebak menjadi wadah yang hanya kuat dalam struktur kelembagaan, tetapi lemah dalam implementasi dan perjuangan nyata.

"Jangan sampai organisasi yang diisi banyak tokoh besar hanya terlihat hebat di atas kertas. Masyarakat tidak membutuhkan banyak jabatan dalam struktur organisasi, tetapi membutuhkan hasil kerja yang bisa dirasakan langsung oleh petani dan nelayan, "tegasnya.

Meski melontarkan kritik, SharSMeaL menegaskan bahwa pernyataannya bukan ditujukan untuk menjatuhkan KTNA. Sebaliknya, ia berharap sorotan tersebut menjadi bahan evaluasi agar organisasi semakin aktif memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.

"Kritik ini bentuk kepedulian. Harapan masyarakat sederhana, bagaimana organisasi yang mengatasnamakan petani dan nelayan benar-benar hadir, bekerja, dan memberikan manfaat nyata bagi mereka, "pungkasnya.

Sorotan tersebut menambah daftar harapan masyarakat agar organisasi-organisasi yang bergerak di sektor pertanian dan perikanan tidak hanya menjadi simbol kelembagaan, tetapi mampu menghadirkan perubahan konkret bagi kesejahteraan petani dan nelayan di Kabupaten Siak.*krN/Rishki

(3385) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved