Rabu, 04 Februari 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
LANTAI DUA TANGSI BELANDA RUNTUH, SATU GURU DAN BELASAN MURID SEKOLAH DASAR LUKA-LUKA
Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:21:40 WIB

Kabar Riau - Siak
Peristiwa ini kembali menyoroti tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam pemeliharaan dan pengamanan situs cagar budaya, khususnya
<
SHARE
   
 

MEMPURA 

Insiden runtuhnya lantai dua Bangunan Cagar Budaya Tangsi Belanda di Jalan Pemuda, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, menyebabkan sejumlah siswa sekolah dasar mengalami luka-luka, Sabtu (31/1/2026) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.45 WIB saat rombongan studi tour dari SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, tengah berkunjung ke lokasi bersejarah tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, rombongan terdiri dari 55 siswa kelas 5 dan 6 serta 13 orang majelis guru. Saat berada di lantai dua bangunan, rombongan memasuki salah satu ruangan yang diduga mengalami kelebihan kapasitas. Lantai bangunan yang terbuat dari papan kayu tiba-tiba runtuh, mengakibatkan para korban terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar ±4 meter.

Rombongan saat itu dipandu oleh pemandu lokal Tangsi Belanda bernama Safrizal, warga Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura.

Akibat kejadian tersebut, 10 orang mengalami luka-luka, terdiri dari 1 orang guru dan 9 siswa. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Kabupaten Siak untuk mendapatkan penanganan medis.

Adapun korban luka di antaranya:
1. Mira Agustina (37), guru, luka ringan
2. Sapira Zahwa (12), luka robek di kepala
3. Rusdatun Nadia (11), luka robek di kening
4. Haiwa Ruwaida (11), pegal di pinggang kanan
5. Alifa Nada Wicaksono (11), bengkak telapak kaki kanan
6. Adelia Dwi Putri, memar di tangan kanan
7. Joana Putri, nyeri kaki kiri dan lecet di lutut
8. Aura (11), nyeri pinggang kiri dan kanan
9. Syifa (12), luka robek di bawah bibir bagian dalam dan luar
10. Keisya Lutfi (12), luka robek di kepala

Pasca kejadian, pihak terkait langsung menutup sementara seluruh kompleks Tangsi Belanda guna mencegah kejadian serupa serta mengamankan lokasi.

Sementara itu, berdasarkan pendapat awal pelapor, runtuhnya lantai dua bangunan diduga kuat disebabkan oleh usia kayu yang telah lapuk dan dimakan rayap, serta minimnya perawatan terhadap bangunan cagar budaya tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam pemeliharaan dan pengamanan situs cagar budaya, khususnya bangunan bersejarah yang masih dibuka untuk kunjungan publik dan kegiatan edukatif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab teknis runtuhnya bangunan maupun pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan Tangsi Belanda tersebut.***krN/ULing

(18613) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved