Selasa, 21 Januari 2020 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Diduga Toke Getah Karet Di Rohul "Main Harga"
Senin, 02 Juli 2012 - 15:33:03 WIB

Kabar Riau - Rohul

Petani Karet di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) merasa mengeluh di sebabkan harga karet mentah mengalami penurunan harga yang cukup jauh dari perkiraan atau turun anjlok. Hal anjloknya harga karet akan berdampak dalam kebutuhan hidup sehari-hari menjelang bulan Ramadhan, kebutuhan masyarakat petani khususnya semakin meningkat. Diduga para agen atau toke karet penyebab turunnya harga Getah, masyarakat minta agar Pemkab Rohul Pro Aktif mengawasinya, jangan sampai masyarakat petani khususnya petani karet mengalami kerugian yang cukup besar dan berlarut-larut.

Warga Rambah Tengah Barat (Haiti) menyebutkan kepada www.kabariau.net Minggu (1/7), dirinya sangat terasa sekali dengan anjlok harga Getah Karet. Dari hasil panen kita untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari saja tidak mencukupi dari harga penjualan getah karet sekarang. Sebelumnya harga getah karet masih bisa di jual dengan harga Rp.18 ribu sampai Rp.20 ribu per Kilo Gram, tapi saat ini hanya dapat terjuall Rp.8 ribu hingga Rp.10500 per kg. Kondisi ini membuatnya mengeluh, malah merasa heran apa penyebab anjloknya harga getah karet.

"Kalau dibilang mata uang Dolar turun baru harga getah turun atau seperti saat Jepang kena gempa, harga Getah Karet di Indonesia pun turun, tapi saat ini kan semua tenang-tenang saja kok bisa turun, "ucapnya.

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rohul melalui Kasi Pasar Khalfisri mengatakan, kemungkinan penyebab turun harga Getah Karet itu, diduga ada permainan para agen, tentu ke depan harus ada pengawasan supaya tidak ada permainan.

"Tapi sebaiknya ditanya langsung saja kepada Pak Kadis Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rohul supaya ltau lagi kenapa harga getah karet pada bulan ini anjlok, "ujarnya.

Direktur Khusus Bidang Perkebunan dan Kehutanan TOPAN-RI Rohul Heri Susanto berharap pihak Pemkab Rohul tidak membiarkan begitu saja, mestinya harus memantau dengan selektif, kalau di biarkan begitu otomatis masyarakat akan merugi, semestinya Pemkab Rohul mengumpulkan para agen dan toke getah karet. Jika tidak ada izin usaha dari Pemerintah jangan menjadi agen Getah Karet.

"Sebab itu akan dinilai illegal, jadi seenaknya saja membuat harga, tapi kalau punya izin resmi, Pemkab Rohul harus dapat melakukan teguran bahkan sanksi, "tegasnya.(Ram/S.Hrp)

(2613) Dibaca

 
 




 
Redaksi | Index Berita | RSS | E-mail | Index Iklan Copyright © 2010-2018 by KabarRiau.net. All Rights Reserved