Selasa, 19 Januari 2021 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Pedagang Jaring Bekas berharap Menteri Kelautan memperjuangkan izin import jaring bekas tanpa BEA
PEDAGANG JARING BEKAS MINTA IMPOR TANPA BEA
Jumat, 08 Januari 2021 - 18:02:54 WIB

kabarriau.net - Nasional

MEDAN

Pedagang jaring bekas yang berada diberbagai daerah pesisir Sumatera terutama di kawasan kabupaten Batubara Sumatera Utara meminta surat keputusan Koperindag Nomor 48 tahun 2015 tentang impor barang bekas ditinjau ulang.

Pedagang jaring bekas meminta agar alat tangkap ikan diperbolehkan masuk ke dalam negeri tanpa BEA.

Irwansyah Hasibuan (44) Jumat 8/1 kepada awak media Kabar Riau menyatakan harga jaring penangkap ikan hampir setiap bulan merangkak naik, terutama jaring Tongkol dan Pukat Langgar.

Akibat harga jaring yang baru mahal, makanya para nelayan pukat beralih ke jaring bekas. Namun saat ini pasokan jaring bekas dari Pekalongan dan Jakarta berkurang jauh.

Menurut Irwansyah seluruh pedagang jaring bekas mengambil barang dari kedua daerah. Sampai ke daerah jaring bekas tersebut diperbaiki, dibubul (jalin), ditempel jika ada koyak dan diberi pewarna agar nampak bagus. Selanjutnya jaring bekas itu dijual ke pemesan dari berbagai daerah seperti Sibolga, Aceh, Padang dan Bengkulu. Harga jaring tongkol dipatok dengan harga Rp.5 juta perbal, sementara jaring Pukat Langgar dihargai Rp.40 ribu perkilo.

Harga yang sudah dianggap murah inipun masih dikeluhkan pembeli. Namun beliau memakluminya karena jaring itu bisa saja sekali pakai disebabkan hilang sangkut dan koyak di tengah laut.

Sementara di luar negeri terutama di Thailand pasokan jaring bekas cukup berlimpah, masih bagus dan harga jauh lebih murah.
Menurut beliau sebelum keluar surat keputusan Kemendag itu jaring bekas dari Malaysia dan Thailand bebas diperjual belikan dan sangat membantu masyarakat nelayan.

Harapan Irwansyah agar bapak Menteri Kelautan dapat memperjuangkan izin import jaring bekas tanpa BEA masuk, agar aktifitas nelayan tidak terganggu karena harga jaring yang mahal. Effendi Tanjung

(71) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Index Berita | RSS | E-mail | Index Iklan Copyright © 2010-2018 by KabarRiau.net. All Rights Reserved